Ini Akibatnya Jika Drone Dipakai Perang

Dua drone dari arah Ukraina menabrak kilang minyak Rusia di dekat perbatasan. Insiden itu terjadi pada hari Rabu, memicu kebakaran dan asap hitam di langit.

Akibat serangan tersebut, kilang tersebut harus menghentikan produksinya. Sejak Putin menginvasi Ukraina pada 24 Februari, wilayah Rusia yang berbatasan dengan negara itu telah diserang beberapa kali.

Sayang kan sob, daripada tawuran lebih baik main game seperti mesin slot online biar banyak untung daripada saling menyakiti.

“Salah satu (drone) menabrak unit perpindahan panas setelah kebakaran. Yang kedua terbang,” kata sumber itu mengutip TASS. Dalam laporan berikutnya, api dikatakan telah padam.

Yang lebih menarik adalah jenis drone yang diluncurkan dalam serangan ini. Sejauh ini, model drone belum ditentukan. Namun ada fitur, seperti sirip vertikal di bagian belakang.

Ukraina sangat bergantung pada drone Bayraktar TB2 ketika menyerang Rusia, tetapi yang satu ini berbeda, seperti ukurannya yang lebih kecil. Ada juga dugaan model PD-1 dan WW-1 yang diproduksi di Ukraina, tetapi tidak identik.

Kecurigaan lain adalah bahwa drone itu dibangun di Rusia, yang disebut Forpost, dan disita oleh Ukraina. Drone ini juga hampir bisa dipastikan bukan bantuan dari negara-negara Barat, karena tidak ada bentuk seperti itu.

Nah, analisis yang dianggap paling meyakinkan adalah bahwa drone tersebut berasal dari China dan dijual bebas di Alibaba. “Drone ini bukan TB2, WW1 Ukraina dan WW2 tidak seperti itu. Ini hanya mirip,” tulis kolumnis militer China Ben Yao.

Dia juga menunjukkan foto dengan hasil serupa. Drone itu disebut Skyeye 5000mm dan saat ini sedang diskon 50% di Alibaba seharga $ 6.500.

Mungkin orang Ukraina membelinya karena sangat murah dan dianggap efektif. Drone ini dapat membawa beban hingga 15kg dan dapat terbang hingga dua jam. Ukraina mungkin telah memodifikasinya sehingga bisa menyerang pangkalan Rusia.